BERITA TERKINI
BBJ & KPB Belum Temui Titik Temu
Written by yani    Wednesday, 16 December 2015 04:15    PDF Print E-mail

Bisnis Indonesia Rabu, 16 Desember 2015.

 

JAKARTA - Rencana Bursa Berjangka Jakarta  bekerjasama dengan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara dalam pasar fisik teh masih belum menemui titik temu. Perbedaan gaya pasar lelang keduanya menjadi alasan utama.

Iman Dirgantara, Direktur Operasional Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPB), mengatakan kalau pasar lelang Jakarta Tea Auction yang dikelola perseroan itu masih harus melalui bertemu langsung, sedangkan pasar fisik BBJ lewat online.  " Kami memang ada rencana juga untuk membuat lelang lewat online, tetapi karakter pasar di teh itu membutuhkan pertemuan langsung untuk uji mutu indrawi, " ujarnya kepada Bisnis  Senin (14/12). Iman memaparkan kalau pangsa pasar dari pasar fisik teh online itu domestik, maka bisa memungkinkan untuk diaplikasikan. Tetapi, kalau ingin menggapai pasar luar negeri, maka cukup sulit. " Biasanya pembeli teh dari luar negeri juga memiliki agen atau cupper penguji mutu di pasar lelang. Jadi pertemuan langsung tetap harus dilakukan,"ujarnya. Adapun, untuk pasar fisik atau lelang online teh di BBJ disebut sudah menyamakan mutu jenis teh yang diperdagangkan. Jenis teh yang diperdagangkan di pasar fisik teh BBJ antara lain, teh hitam, Orthodox,teh hitam CTC, dan teh hijau. Meskipun begitu Iman menyebutkan tetap melihat lagi sejauh apa pasar fisik teh online BBJ itu  efektif.

Di sisi lain, Dharmayugo Hermansyah,Kepala Bagian Pengembangan Pasar Biro Analisis Pasar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), menuturkan pihak KPB masih akan melihat jauh seberapa efisien dan efektif pasar fisik teh di BBJ. "Kalau KPB melihat pasar sudah efisien, maka kemungkinan penyelenggara Jakarta Tea Auction itu bisa menjadi stand buyer maupun seller."  Sampai saat ini, di Indonesia terdapat dua pasar lelang teh yaitu Jakarta Tea Auction dan Bandung Tea Auction. Adapun pasar fisik teh BBJ dengan konsep lelang online itu  rencananya baru akan diluncurkan pada Januari 2016. Sebelumnya, BBJ menargetkan rilis pasar fisik teh itu pada Desember 2015 setelah persetujuan izin produk disetujui BAPPEBTI pada 27 November 2015 silam. Fokus pematangan untuk pasar fisik teh BBJ antara lain, pada pengembangan gudang berikat yang bekerjasama dengan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) serta sosialisasi berkelanjutan kepada pelaku pasar. Untuk pematangan gudang berikat bertujuan agar saat pasar fisik teh itu diluncurkan, maka pembeli mendapatkan kepastian pasokan dalam setiap perdagangan.

Sementara itu, beberapa poin yang masih dalam pembahasan dalam sosialisasi terakhir kepada pelaku pasar pada akhir pekan lalu adalah jam perdagangan yang terdiri dari dua sesi dengan masing-masing sesi selama dua jam. Ada saran agar jam pasar lelang diperpendek lagi. Selain itu, pihak Asosiasi Petani Teh Indonesia  juga menyarankan agar tiga tempat pelelangan teh bisa menjadi satu. 

Last Updated ( Wednesday, 16 December 2015 06:52 )
 
Prospek Emas Kembali Berkilau
Written by yani    Monday, 07 December 2015 04:53    PDF Print E-mail
 

JAKARTA - Harga emas  mencatatkan kenaikan drastis seiring pasar menilai prospek jangka panjang logam mulia akan positif. Pasar berspekulasi kenaikan suku bunga Federal  Reserve  akan naik pada bulan ini, tetapi kenaikannya tidak bertahap dalam jangka dekat. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga emas Gold  Spot  naik 2,29% menjadi US$1.086 per troy ounce  atau Rp483.043 per gram, sedangkan harga emas Antam tetap stagnan di Rp546.000 per gram. Di sisi lain, pergerakan indeks dolar AS ditutup naik 0,75%  menjadi 98,35.  Tai Wong, Direktur Produk Komoditas BMO Capital Market  Corp, mengatakan pasar kian serius menantikan langkah Federal  Reserve  (the Fed) pada bulan ini. Apakah akan menaikkan  suku bunga dari tren rendahnya atau tetap bertahan di posisi saat ini. "Adapun, harga emas mendapatkan sentimen positif setelah muncul spekulasi pasar bahwa bila th Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya pada bulan ini, maka hanya terjadi sekali saja atau tidak langsung bertahap dalam jangka dekat, ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Sabtu (5/12).

Sebelumnya pada akhir pekan lal, data pertumbuhan non -farm payroll (NFP) Amerika Serikat (AS) untuk November mengalami perlambatan menjadi 211.000 dibandingkan dengan Oktober sebesar 271.000. Meskipun begitu, data NFP yang masih di atas 200.000 dinilai masih positif dan membuat peluang the Fed untuk menaikkan suku bunga tetap terbuka.

Dalam riset PT Valbury Asia Futures pun meyebutkan posisi data tenaga kerja AS  untuk November cukup solid  dan bisa menjadi peluang besar untuk the Fed menaikkan suku bunga. " Ini selaras dengan pidato Janet Yellen, Gubernur the Fed sebelum rilis data ini bahwa AS hanya membutuhkan pertumbuhan tenaga kerja sebesar 100.000 per bulan untuk menaikkan suku bunga pada bulan ini. Hal itu menandakan peluang kenaikan suku bunga sebenarnya terbuka lebar," jelas dalam risetnya.

Sementara itu, Naeem Aslam, analis pasar utama Avatrade Ltd, mengatakan dengan data NFP itu seharusnya the Fed semakin dekat untuk menaikkan suku bunga pada bulan ini. Tetapi mendengar komentar Yellen sebelum rilis data itu masih cenderung berhati-hati sehingga nada ketidakpastian tetap tinggi. " Adapun, harga emas menguat karena pandangan prospek jangka panjang untuk logam mulia yang cenderung menguat. Harga emas tampaknya sudah menyentuh level paling bawahnya dan juga siap bangkit lagi," ujarnya. Pertemuan para pejabat the Fed dalam Federal  Open  Market  Committee (FOMC) akan dilakukan pada 15-16 Desember 2015 atau pekan depan.

Bisnis Indonesia Senin, 7 Desember 2015

Last Updated ( Monday, 07 December 2015 04:55 )
 
Kadiv baru SekPer PT KBI (Persero)
Written by yani    Friday, 04 December 2015 04:39    PDF Print E-mail
 

Terhitung mulai tanggal 01 Desember 2015, Pjs. Kadiv Sekretaris Perusahaan Ibu Eny Juliana yang juga selaku Kadiv. SDM & Umum dan Ketua PKBL PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) digantikan oleh Kadiv baru Sekretaris Perusahaan Bpk Agung Waluyo, yang pernah menjabat Kasubbag TU Inspektorat I di Kementerian Keuangan RI.

Last Updated ( Friday, 04 December 2015 04:46 )
 
Live Talkshow Perdagangan Berjangka
Written by yani    Wednesday, 25 November 2015 02:24    PDF Print E-mail
 

Bertempat di Radio Sindo Trijaya FM, pada Selasa 24 November 2015, Direktur Utama PT KBI (Persero) Tris Sudarto, Kepala BAPPEBTI Eddy Sutriono dan Direktur Utama PT BBJ Stephanus Paulus Lumintang melakukan talkshow live dalam rangka sosialisasi perdagangan berjangka dan penggunaan SITNa kepada masyarakat.

 

Last Updated ( Wednesday, 25 November 2015 02:31 )
 


Page 9 of 71

BANK PENYIMPANAN

 







 

LEMBAGA TERKAIT


 
 



 
 


 



         Kementerian Keuangan RI  

            Kementerian BUMN RI    

                   BAPPEBTI  
      PT Jakarta Futures Exchange



Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.