BERITA TERKINI
Live Talkshow Perdagangan Berjangka
Written by yani    Wednesday, 25 November 2015 02:24    PDF Print E-mail
 

Bertempat di Radio Sindo Trijaya FM, pada Selasa 24 November 2015, Direktur Utama PT KBI (Persero) Tris Sudarto, Kepala BAPPEBTI Eddy Sutriono dan Direktur Utama PT BBJ Stephanus Paulus Lumintang melakukan talkshow live dalam rangka sosialisasi perdagangan berjangka dan penggunaan SITNa kepada masyarakat.

 

Last Updated ( Wednesday, 25 November 2015 02:31 )
 
Konsinyering Audit PT KBI dengan BAPPEBTI, & BBJ
Written by yani    Monday, 23 November 2015 07:53    PDF Print E-mail
 
 
Dalam  rangka  membahas  rencana kegiatan audit dan pengawasan tahun 2016, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dengan BAPPEBTI dan BBJ melaksanakan konsinyering pada 18-19 November 2015 di Grand Ussu, Puncak. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT KBI (Persero) Tris Sudarto, Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang dan Ka.Biro Perniagaan  BAPPEBTI. Adapun isi acara tersebut yaitu : Pemaparan kegiatan Join Audit 2015, Tindaklanjut  hasil audit, Evaluasi audit  dan Pembahasan rencana join audit 2016
Last Updated ( Monday, 23 November 2015 08:30 )
 
BBJ Masih Kaji Bauksit
Written by yani    Monday, 23 November 2015 07:29    PDF Print E-mail

BANDUNG – PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ ) sedang mengkaji Perdagangan Berjangka untuk komoditas bauksit.

Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, komoditas bauksit dikaji karena banyaknya pelaku industry bauksit yang ingin masuk dalam Perdagangan Berjangka. Kajian tersebut ditargetkan rampung pada semester kedua tahun depan. Terdapat beberapa hal yang menjadi focus kajian Perdagangan Berjangka komoditas bauksit. Salah satunya kebijakan pemerintah yang melarang ekspor mineral mentah sejak 1 Januari 2014.

Saat ini, BBJ telah memperdagangkan sejumlah komoditas baik tambang maupun non tambang seperti kopi, kakao, emas, dan olein. Menurut Paulus, Perdagangan Berjangka tambang maupun nontambang sama-sama memiliki potensi dikembangkan di Indonesia. Nilai transaksi Perdagangan Berjangka di BBJ hingga Oktober 2015 mencapai US$3,6 juta untuk bilateral dan US$546.000 untuk multilateral.

Komoditas emas dan kopi mendominasi dalam transaksi sepanjang tahun ini. Perdagangan Berjangka akan semakin bergairah pada tahun depan. Hal tersebut tidak lepas dari langkah pemerintah yang mengeluarkan berbagai kebijakan ekonomi yang mendorong investor memilih instrument Perdagangan Berjangka. Paulus menargetkan kenaikan transaksi Perdagangan Berjangka pada tahun depan hingga 250% dibandingkan tahun ini.

Sementara itu, komoditas batu bara telah masuk dalam Perdagangan Berjangka BBJ, namun transaksi untuk komoditas batu bara masih belum menggembirakan. “Masih ada  [Perdagangan Berjangka batu bara di BBJ], tetapi berlum berjalan seperti yang diharapkan.” Kondisi tersebut terjadi karena harga batu bara sedang anjlok. Alhasil banyak perusahaan batu bara yang menghentikan atau mengurangi produksi. Saat ini, penjual batu bara dalam Perdagangan Berjangka BBJ hanya PT Bukit Asam. BBJ sedang mencari penjual lain untuk menggairahkan Perdagangan Berjangka batu bara.

 

PASAR TEH

Untuk komoditas lain, BBJ belum mengantongi perstujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sehingga pasar fisik teh online belum berjalan.

Stephanus Paulus mengatakan, semua persyaratan untuk membuat pasar teh online telah dipenuhi, bahkan sistem pun sudah siap dijalankan. Namun, pasar fisik teh online belum berjalan karena belum ada persetujuan dari BAPPEBTI.

Seperti diketahui, kajian pasar fisik teh telah digarap sejak Agustus 2014. Awalnya BBJ menargetkan pasar fisik teh bisa rampung pada Oktober 2015. Kendati molor, Paulus masih tetap berharap pasar fisik teh bisa rampung tahun ini. “Mudah-mudahan Desember.”

Last Updated ( Monday, 23 November 2015 07:30 )
 
BBJ Bakal Luncurkan Perdagangan Berjangka Syariah
Written by yani    Monday, 23 November 2015 04:36    PDF Print E-mail

BANDUNG - PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sudah siap menerbitkan produk perdagangan berjangka syariah. BBJ telah menuntaskan persiapan teknis untuk melakukan transaksi syariah mulai tahun depan.

Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus mengungkapkan, saat ini bursa tinggal menunggu persetujuan dari Bank Indonesia (BI). Hal tersebut dibutuhkan karena perdagangan berjangka syariah melibatkan bank syariah. "Bank Syariah masih diregulasi oleh Bank Indonesia, makanya perlu menyesuaikan dengan Bank Indonesia." Paulus menegaskan, BBJ telah berkomunikasi dengan bank-bank syariah yang bakal terlibat dalam perdagangan berjangka syariah. Disebutkan telah berkomunikasi dengan Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat, dan Bank Rakyat Indonesia Syariah. Selain bank syariah, BBJ juga telah berkomunikasi dengan pelaku-pelaku komoditas yang akan menjadi aset dasar  (underlying asset) perdagangan syariah. Nantinya komoditas yang dijadikan underlying asset perdagangan adalah minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO),kopi, rumput laut, dan kacang mede. Dan juga sedang meminta persetujuan BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi) untuk menentukan komoditas yang akan menjadi underlying asset."

Perdagangan komoditas syariah, menurut Paulus, sangat berbeda dengan perdagangan komoditas konvensional. Dalam setiap perdagangan syariah harus ada fisik komoditas yang diperdagangkan. Namun meskipun barang fisiknya harus ada, nasabah memiliki dua opsi untuk tidak perlu memindahtangankan komoditas fisiknya. Opsi tersebut adalah menjual kembali komoditas fisiknya atau melakukan settlement dengan cara lain.  Menurut Paulus, peraturan perdagangannya tentu mengikuti kaidah syariah. Diakuinya, sambutan bank syariah dengan inisiatif perdagangan komoditas syariah sangat  bagus. Menurutnya, produk tersebut sangat membantu mengembangkan bank syariah juga.

" Beberapa waktu belakangan ini bank syariah sedang mengalami penurunan. Transaksi berjangka syariah merupakan solusi untuk meningkatkan kinerja bank syariah." BBJ juga menargetkan nasabah perdagangan berjangka syariah merupakan nasabah di bank-bank syariah. Karena itu, bank syariah memiliki ruang untuk menyalurkan kredit kepada nasabah.

Penentu Harga Kopi

Sebelumnya, BBJ dikabarkan berniat menjalin kerja sama dengan Vietnam untuk membentuk pasar terpadu komoditas kopi. BBJ berambisi membuat pasar penentu harga kopi dunia. Direktur Utama BBJ Stephanus Paulus mengatakan, untuk langkah pertama, perseroan akan mengajukan ide tersebut kepada Menteri Perdagangan. Menurutnya, kerja sama tersebut memang harus berbentuk antar pemerintah (government to government/ G to G). " Jika pasar terpadu kopi Indonesia - Vietnam terbentuk, tidak ada yang bisa menggoyang harga kopi dunia, " tutur Paulus.

Investor Daily Senin, 23 November 2015.

 

Last Updated ( Monday, 23 November 2015 04:37 )
 


Page 3 of 65

BANK PENYIMPANAN

 





 

LEMBAGA TERKAIT


 
 



 
 


 



         Kementerian Keuangan RI  

            Kementerian BUMN RI    

                   BAPPEBTI  
      PT Jakarta Futures Exchange



Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.