BERITA TERKINI
Resi Gudang Jabar Siap Terapkan Sistem Online
Written by yani    Friday, 22 May 2015 09:39    PDF Print E-mail

Bisnis Indonesia, 22 Mei 2015.

BANDUNG :  Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi Jawa Barat  bekerjasama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi  dan PT Pos Indonesia menginisiasi implementasi sistem resi gudang secara online di Tanah Priangan, sekaligus yang pertama di Indonesia.

Mewakili Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Jabar, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Nita Yosita mengatakan perlunya kerjasama berbagai pihak dalam optimalisasi sistem resi gudang (SRG) terpadu. " Ini akan menjadi model baru dan satu-satunya di Indonesia. Ini bukan yang paling sempurna, nanti dalam perjalanannya akan ada penyempurnaan, " katanya selepas penandatanganan nota kesepahaman percepatan SRG di Jabar, Kamis (21/5).

Sistem resi gudang yang akan diimplementasikan pertama di daerah Tasik sebagai pilot project  tersebut akan memanfaatkan jaringan yang dimiliki Pos Indonesia dengan mengikuti standardisasi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). " PT Pos memiliki jaringan yang sangat luas terutama dalam hal distribusi dan bisa untuk perdagangan online, menghubungkan pembeli dari luar negeri. BAPPEBTI yang memiliki gudangnya, "paparnya. Adapun peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jabar, lanjutnya, yaitu memberdayakan dan menyosialisasikan sistem tersebut kepada para petani.

Resi gudang dari 12 gudang di Jabar di luar milik swasta, menurut Nita, belum berjalan dengan optimal. Ke-12 gudang itu di antaranya tersebar di Indramayu, Cianjur, Garut, Bogor, Sumedang, Kuningan, Subang, Majalengka, Purwakarta, Ciamis, Tasikmalaya. " Itu dalam proses terus menerus demi menolong kesejahteraan petani, yang ujungnya mendukung ketahanan pangan di suatu daerah."

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi  (BAPPEBTI) Sutriono Edi menyatakan pihaknya akan mengubah pendekatan resi gudang menjadi suatu bisnis, bukan hanya program belaka. " Kalau memandangnya sebagai bisnis, itu akan lanjut terus dan menguntungkan mereka," ujarnya. 

Last Updated ( Friday, 22 May 2015 09:59 )
 
BAPPEBTI Belum Beri Lampu Hijau
Written by yani    Friday, 22 May 2015 07:13    PDF Print E-mail

Bisnis Indonesia, 22 Mei 2015.

JAKARTA : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi belum dapat menjamin peluncuran obligasi negara berjangka pada akhir Mei. Regulator perdagangan berjangka itu ingin melihat kesiapan pelaku pasar dalam memperdagangkan produk finansial berjangka tersebut.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (BAPPEBTI) Sutriono Edi menyatakan pihaknya tengah menyiapkan aturan-aturan yang diperlukan sekaligus mengevaluasi kesiapan integrasi sistem IGBF. "Kami ingin melihat kesiapan pialang, integrasi sistem antara bursa dan kliring, sistem penjaminannya, kroan, penyiapannya harus sampai sana," katanya saat ditemui Bisnis di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Kamis (21/5).

Sebelumnya Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menargetkan produk obligasi negara berjangka atau Indonesia Government Bond Futures (IGBF) sudah mendapatkan lampu hijau dari BAPPEBTI pada akhir Mei sehingga pada Juni sudah bisa diluncurkan. Sutriono menuturkan BAPPEBTI saat ini dalam proses melakukan evaluasi terhadap syarat kelayakan bursa dan pelaku pasar dalam memasarkan produk IGBF tersebut. Lalu, saat ini anggota bursa tampaknya masih melakukan perbaikan sistem dan meningkatkan edukasinya.  Sementara itu, Adler H. Manurung, plt. Direksi Bursa Berjangka Jakarta mengatakan pihaknya akan mengikuti segala keputusan BAPPEBTI. " BAPPEBTI kan regulator tertinggi di industri ini, " ujarnya. 

Adapun, 35 pialang berjangka sudah mengirimkan 56 wakil pialangnya untuk sertifikasi produk IGBF. Namun hasilnya sebanyak 20 pialang berjangka dengan 31 wakil pialangnya sudah lolos sertifikasi.  Udi Margo Utomo, Ketua Asosiasi Dealer Bond Futures, mengaku pialang sudah siap untuk menjalankan produk IGBF ini. Kalau untuk syarat yang diberikan kepada pialang sepertinya sudah hampir dipenuhi kesiapannya. " Saat ini kami juga berencana  melakukan sertifikasi termin kedua untuk pialang yang kemarin belum sempat dipanggil dan belum lolos. Untuk selanjutnya, dari pihak asosiasi akan membahas rencana untuk mematangkan persiapan dalam rapat koordinasi pada pekan depan."

Last Updated ( Friday, 22 May 2015 08:37 )
 
Akhir Mei, BBJ Rilis IGBF
Written by yani    Thursday, 21 May 2015 05:35    PDF Print E-mail

Investor Daily, 21 Mei 2015.

JAKARTA : PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menargetkan produk Indonesia  Government Bond Futures  (IGBF) terbit pada akhir Mei 2015. Saat ini produk tersebut telah melewati tahapan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Sekretaris Perusahaan Bursa Berjangka Jakarta  Aulia Shina P mengungkapkan, menjelang peluncuran IGBF, perseroan sudah melakukan pelatihan untuk anggota bursa (AB), simulasi  pre- launch, serta sosialisasi kepada perusahaan asuransi, bank, fund manager, dana pensiun, sekuritas, dan asosiasi industri bank dan non bank. "IGBF memiliki prospek yang cukup bagus mengingat pemerintah terus meningkatkan penerbitan jumlah obligasi." Menurutnya, dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2015, dicantumkan bahwa obligasi pemerintah yang bakal diterbitkan akan mencapai Rp 250 triliun. Saat ini asing memegang obligasi pemerintah sebesar Rp 500 triliun. "Asing sudah banyak meminta agar adanya bond futures." 

Saat ini, minat masyarakat terhadap Government Bond sangat tinggi. Buktinya, sejak pemerintah menerbitkan ORI seri 001 di tahun 2006, penerbitan Obligasi Negara Indonesia (ORI) selalu terserap. Minat masyarakat untuk membeli ORI selalu meningkat dari tahun ke tahun. Hingga belakangan pemerintah merasa perlu untuk membatasi maksimum pembelian agar kepemilikan ORI tidak jatuh ke tangan beberapa gelintir orang saja.

Kontrak Karet

Sebelumnya dikabarkan, BBJ  bakal terus meningkatkan likuiditas perdagangan  kontrak fisik karet bongkar tahun ini. Sejak mulai diperdagangkan tahun lalu, kontrak fisik karet bongkar baru ditransaksikan sebanyak dua hingga tiga kali di bursa.

Direktur Utama BBJ sebelumnya, Sherman Rana Krisna mengungkapkan, sampai saat ini BBJ masih terus meyosialisasikan perdagangan berjangka karet bongkar ke kawasan-kawasan produsen karet di Indonesia, yaitu di Jambi, Palembang, Palangkaraya dan Banjarmasin. Menurut Sherman, membuat likuiditas perdagangan fisik karet bongkar cukup sulit karena tidak semua produsen karet mengetahui transaksi tersebut. Oleh sebab itu BBJ banyak menyosialisasikan transaksi karet bongkar kepada kelompok-kelompok tani dan dinas-dinas pertanian. Selain itu, mendongkrak likuiditas perdagangan fisik karet bongkar, BBJ juga bakal membuat liquidity provider, yang nantinya liquidity provider  tersebut menyerap harga-harga yang ditawarkan oleh kelompok-kelompok tani tersebut. "Untuk membuat likuid perdagangan memang membutuhkan waktu." BBJ juga terus menyosialisasikan online trading fisik karet bongkar kepada para petani karet.

Last Updated ( Thursday, 21 May 2015 06:56 )
 
BBJ Sertifikasi 31 Wakil Pialang
Written by yani    Wednesday, 20 May 2015 05:00    PDF Print E-mail

Bisnis Indonesia, 19 Mei 2015.

JAKARTA : Sebanyak 31 wakil pialang dari 56 wakil pialang masuk dalam daftar kelulusan sertifikasi yang diselenggarakan Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) terkait dengan rencana peluncuran Indonesia Government Bond Futures.

Wakil Pialang yang lulus berasal dari Agrodana Futures,Central Capital Futures, Equityworld Futures, Global Artha Futures, Inter Multiinvest Fortuna, Inter Pan Pasifik Futures dan Jalatama Artha Berjangka. Wakil pialang lainnya berasal dari Kontakperkasa Futures, Kresna Futures, Magna Dana Investama Futures, Millennium Penata Futures, Overseas Commercial Futures, Pacific Duaribu  Futures, Rifan Financindo Berjangka, Royal Assetindo, Soegee Futures, Trijaya Pratama Futures, Valbury Asia Futures, Victory International dan World Index Investment.

Adler H. Manurung, Plt. Direktur BBJ, Senin(18/5) menyatakan wakil pialang yang belum lolos sertifikasi diberikan kesempatan mengikuti proses sertifikasi selanjutnya. 

Last Updated ( Wednesday, 20 May 2015 05:10 )
 


Page 3 of 59

BANK PENYIMPANAN

 





 

LEMBAGA TERKAIT


 
 



 
 


 



         Kementerian Keuangan RI  

            Kementerian BUMN RI    

                   BAPPEBTI  
      PT Jakarta Futures Exchange



Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.