BERITA TERKINI
BBJ Pilih Revaluasi Aset
Written by yani    Monday, 28 December 2015 03:27    PDF Print E-mail

Bisnis Indonesia Senin, 28 Desember 2015.

JAKARTA - Bursa Berjangka Jakarta akan menggunakan skema revaluasi aset sebagai strategi dalam pemenuhan modal disetor menjadi Rp100 miliar untuk memenuhi PP No. 49/2014 tentang  Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Komoditi.

Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), mengatakan dengan skema revaluasi aset , pihaknya yakin dapat memenuhi ketentuan modal disetor oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) minimal Rp100 miliar. " Kami memanfaatkan momentum paket kebijakan ekonomi V terkait revaluasi aset. Untuk nilai kenaikan aset pasca revaluasi masih belum bisa diperkirakan secara detil. Mungkin bisa saja lebih dari Rp 100 miliar , ujarnya setelah pembahasan Review & Outlook Industri Berjangka 2015/2016 pada Selasa (22/12).

BBJ pun optimis bisa memenuhi jumlah modal disetor  minimum Rp100 miliar sebelum tenggat waktu yang diberikan BAPPEBTI yaitu pada 1 Juli  2016. Salah satu bursa berjangka di Indonesia  itu pun sudah melaporkan skema penambahan modal itu kepada regulator industri berjangka yaitu BAPPEBTI.  Dalam prosesnya, Paulus memaparkan bisa memakan waktu kurang lebih selama 2,5 bulan dari pengajuannya. " Saat ini, kami memang sedang mengurus berbagai halnya ke Dirjen Pajak," ujarnya. Sebelumnya Paulus menyebutkan akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa  (RUPSLB) pada Januari 2016  untuk membahas rencana realisasi revaluasi aset tersebut. Sampai saat ini, pemegang saham BBJ terdiri dari 29 perusahaan  pialang dan pedagang berjangka maupun bilateral yang juga terdaftar sebagai angota bursa. Secara total, modal disetor BBJ saat ini senilai Rp11,6 miliar. Sebelum pengumuman skema ini, BBJ sempat diisukan berencana mencari investor domestik sampai luar negeri untuk bisa memenuhi modal disetor.

Adapun, Kepala BAPPEBTI Sutriono Edi sempat menawarkan skema penawaran saham perdana atau initial public offerings (IPO) ke Bursa Efek Indonesia (BEI)  atau merger dengan bursa asing untuk meningkatkan citra positif serta likuiditas. BBJ juga sempat mengumumkan ada beberapa investor domestik yang tertarik  untuk menambah modal disetor bursa berjangka tertua di Indonesia tersebut. Paulus saat peluncuran  Transaksi Nasabah (SITNa) pada November silam mengaku investor yang  tertarik beberapa terdiri dari korporasi dan juga ada yang konglomerasi. Meskipun BBJ sudah mengumumkan skema penambahan modal disetor, Bursa Komoditi dan Derivatif  Indonesia (BKDI) masih belum mengumumkan skema yang akan digunakan untuk menambah modal disetornya.

Last Updated ( Monday, 28 December 2015 04:10 )
 
BBJ Kejar Pertumbuhan 250%
Written by yani    Wednesday, 23 December 2015 06:16    PDF Print E-mail

Bisnis Indonesia Rabu, 23 Desember 2015.

 

JAKARTA - Bursa Berjangka Jakarta optimis volume transaksi multilateral  bisa melonjak 250% pada 2016.  Revitalisasi produk menjadi salah satu langkah bursa berjangka itu untuk meningkatkan transaksi multilateral pada tahun depan.

Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), mengatakan secara keseluruhan transaksi sampai 15 Desember ini memang telah melebihi target tahunan. Untuk itu, melihat pertumbuhan animo yang signifikan, maka potensi produk multilateral ke depannya sangat besar. Pada tahun depan, BBJ pun optimis transaksi bisa melonjak 250% menjadi 1,5 juta lot dibandingkan dengan tahun ini.BBJ optimis setelah melihat volume transaksi multilateral secara keseluruhan sepanjang tahun ini sampai 15 Desember melonjak 73,5% menjadi 652.743 lot dibandingkan periode sama pada tahun lalu sebesar 376.218 lot. Pencapaian itu sudah melewati target BBJ pada tahun ini sebear 600.000 lot. Dengan hasil itu, salah satu bursa berjangka Indonesia itu pun meningkatkan target pada akhir tahun ini menjadi 700.000 lot. Produk yang menjadi penopang utama transaksi multilateral pada tahun ini adalah kontrak kopi berjangka dan kontrak emas berkala. Untuk kontrak kopi berjangka yang terdiri dari robusta dan arabika melonjak 70,42%  menjadi 294.659 lot dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Adapun, kontrak berkala emas tumbuh 104,83% menjadi 204. 142 lot dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. "Kemudian, untuk memaksimalkan peluang yang ada pada tahun depan, kami cenderung memilih strategi revitalisasi produk yang ada,"ujarnya dalam pertemuan pembahasan review & outlook 2015-2016 pada Selasa (22/12).

Beberapa langkah revitalisasi produk antara lain akan dilakukan terhadap kontrak kopi berjangka dan kontrak berkala emas. Untuk kontrak berjangka kopi akan diluncurkan produk baru yaitu kontrak berjangka hybrid  kopi yang dibuat lebih familiar dan aplikatif bagi pasar. Kemudian untuk kontrak berkala emas juga akan dilakukan beberapa perubahan dalam sistem dan spesifikasinya. Intinya, akan dibuat lebih ramah terhadap pelaku pasar ritel. Selain dengan strategi revitalisasi produk yang ada, pada tahun depan BBJ juga berencana meluncurkan tiga pasar fisik yaitu, pasar fisik teh, pasar fisik kopra, dan pasar fisik rumput laut. Untuk pasar fisik teh ditargetkan rampung pada Januari 2016, sedangkan dua pasar fisik lainnya direncanakan rampung pada semester II/2016. Sementara itu, di luar pembentukan pasar fisik, BBJ juga berencana meluncurkan Portal Ekspor Kopi  (PEKI), Penyaluran Amanat Luar Negeri (PALN) dan komoditi syariah. Stephanus menyebutkan kehadiran PEKI nantinya akan menjadi pusat data ekspor kopi yang bisa dimanfaatkan pemerintah.

Last Updated ( Wednesday, 23 December 2015 07:23 )
 
BBJ & KPB Belum Temui Titik Temu
Written by yani    Wednesday, 16 December 2015 04:15    PDF Print E-mail

Bisnis Indonesia Rabu, 16 Desember 2015.

 

JAKARTA - Rencana Bursa Berjangka Jakarta  bekerjasama dengan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara dalam pasar fisik teh masih belum menemui titik temu. Perbedaan gaya pasar lelang keduanya menjadi alasan utama.

Iman Dirgantara, Direktur Operasional Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPB), mengatakan kalau pasar lelang Jakarta Tea Auction yang dikelola perseroan itu masih harus melalui bertemu langsung, sedangkan pasar fisik BBJ lewat online.  " Kami memang ada rencana juga untuk membuat lelang lewat online, tetapi karakter pasar di teh itu membutuhkan pertemuan langsung untuk uji mutu indrawi, " ujarnya kepada Bisnis  Senin (14/12). Iman memaparkan kalau pangsa pasar dari pasar fisik teh online itu domestik, maka bisa memungkinkan untuk diaplikasikan. Tetapi, kalau ingin menggapai pasar luar negeri, maka cukup sulit. " Biasanya pembeli teh dari luar negeri juga memiliki agen atau cupper penguji mutu di pasar lelang. Jadi pertemuan langsung tetap harus dilakukan,"ujarnya. Adapun, untuk pasar fisik atau lelang online teh di BBJ disebut sudah menyamakan mutu jenis teh yang diperdagangkan. Jenis teh yang diperdagangkan di pasar fisik teh BBJ antara lain, teh hitam, Orthodox,teh hitam CTC, dan teh hijau. Meskipun begitu Iman menyebutkan tetap melihat lagi sejauh apa pasar fisik teh online BBJ itu  efektif.

Di sisi lain, Dharmayugo Hermansyah,Kepala Bagian Pengembangan Pasar Biro Analisis Pasar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), menuturkan pihak KPB masih akan melihat jauh seberapa efisien dan efektif pasar fisik teh di BBJ. "Kalau KPB melihat pasar sudah efisien, maka kemungkinan penyelenggara Jakarta Tea Auction itu bisa menjadi stand buyer maupun seller."  Sampai saat ini, di Indonesia terdapat dua pasar lelang teh yaitu Jakarta Tea Auction dan Bandung Tea Auction. Adapun pasar fisik teh BBJ dengan konsep lelang online itu  rencananya baru akan diluncurkan pada Januari 2016. Sebelumnya, BBJ menargetkan rilis pasar fisik teh itu pada Desember 2015 setelah persetujuan izin produk disetujui BAPPEBTI pada 27 November 2015 silam. Fokus pematangan untuk pasar fisik teh BBJ antara lain, pada pengembangan gudang berikat yang bekerjasama dengan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) serta sosialisasi berkelanjutan kepada pelaku pasar. Untuk pematangan gudang berikat bertujuan agar saat pasar fisik teh itu diluncurkan, maka pembeli mendapatkan kepastian pasokan dalam setiap perdagangan.

Sementara itu, beberapa poin yang masih dalam pembahasan dalam sosialisasi terakhir kepada pelaku pasar pada akhir pekan lalu adalah jam perdagangan yang terdiri dari dua sesi dengan masing-masing sesi selama dua jam. Ada saran agar jam pasar lelang diperpendek lagi. Selain itu, pihak Asosiasi Petani Teh Indonesia  juga menyarankan agar tiga tempat pelelangan teh bisa menjadi satu. 

Last Updated ( Wednesday, 16 December 2015 06:52 )
 
Prospek Emas Kembali Berkilau
Written by yani    Monday, 07 December 2015 04:53    PDF Print E-mail
 

JAKARTA - Harga emas  mencatatkan kenaikan drastis seiring pasar menilai prospek jangka panjang logam mulia akan positif. Pasar berspekulasi kenaikan suku bunga Federal  Reserve  akan naik pada bulan ini, tetapi kenaikannya tidak bertahap dalam jangka dekat. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, harga emas Gold  Spot  naik 2,29% menjadi US$1.086 per troy ounce  atau Rp483.043 per gram, sedangkan harga emas Antam tetap stagnan di Rp546.000 per gram. Di sisi lain, pergerakan indeks dolar AS ditutup naik 0,75%  menjadi 98,35.  Tai Wong, Direktur Produk Komoditas BMO Capital Market  Corp, mengatakan pasar kian serius menantikan langkah Federal  Reserve  (the Fed) pada bulan ini. Apakah akan menaikkan  suku bunga dari tren rendahnya atau tetap bertahan di posisi saat ini. "Adapun, harga emas mendapatkan sentimen positif setelah muncul spekulasi pasar bahwa bila th Fed menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya pada bulan ini, maka hanya terjadi sekali saja atau tidak langsung bertahap dalam jangka dekat, ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Sabtu (5/12).

Sebelumnya pada akhir pekan lal, data pertumbuhan non -farm payroll (NFP) Amerika Serikat (AS) untuk November mengalami perlambatan menjadi 211.000 dibandingkan dengan Oktober sebesar 271.000. Meskipun begitu, data NFP yang masih di atas 200.000 dinilai masih positif dan membuat peluang the Fed untuk menaikkan suku bunga tetap terbuka.

Dalam riset PT Valbury Asia Futures pun meyebutkan posisi data tenaga kerja AS  untuk November cukup solid  dan bisa menjadi peluang besar untuk the Fed menaikkan suku bunga. " Ini selaras dengan pidato Janet Yellen, Gubernur the Fed sebelum rilis data ini bahwa AS hanya membutuhkan pertumbuhan tenaga kerja sebesar 100.000 per bulan untuk menaikkan suku bunga pada bulan ini. Hal itu menandakan peluang kenaikan suku bunga sebenarnya terbuka lebar," jelas dalam risetnya.

Sementara itu, Naeem Aslam, analis pasar utama Avatrade Ltd, mengatakan dengan data NFP itu seharusnya the Fed semakin dekat untuk menaikkan suku bunga pada bulan ini. Tetapi mendengar komentar Yellen sebelum rilis data itu masih cenderung berhati-hati sehingga nada ketidakpastian tetap tinggi. " Adapun, harga emas menguat karena pandangan prospek jangka panjang untuk logam mulia yang cenderung menguat. Harga emas tampaknya sudah menyentuh level paling bawahnya dan juga siap bangkit lagi," ujarnya. Pertemuan para pejabat the Fed dalam Federal  Open  Market  Committee (FOMC) akan dilakukan pada 15-16 Desember 2015 atau pekan depan.

Bisnis Indonesia Senin, 7 Desember 2015

Last Updated ( Monday, 07 December 2015 04:55 )
 


Page 3 of 66

BANK PENYIMPANAN

 





 

LEMBAGA TERKAIT


 
 



 
 


 



         Kementerian Keuangan RI  

            Kementerian BUMN RI    

                   BAPPEBTI  
      PT Jakarta Futures Exchange



Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.