BERITA TERKINI
Sudah Ada 88 Gudang Terapkan Sistem Resi Gudang
Written by yani    Monday, 03 November 2014 10:00    PDF Print E-mail

Kompas.com

 

JEMBER - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menyatakan telah memiliki 117 gudang yang dipersiapkan untuk menerapkan Sistem Resi Gudang (SRG). Dari 117 gudang tersebut, 88 gudang di antaranya sudah memiliki izin SRG.

 
“Jumlah itu kami bangun sejak kurun waktu 2009- 2014, dan belum semuanya memiliki izin SRG,” kata Kepala Bagian Pembinaan Pasar Lelang dan Sistem Resi Gudang Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Yuli  Edi  Subagyo, usai acara peresmian gudang untuk SRG di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember Jawa Timur, Rabu (29/10/2014).

Dari 88 gudang SRG tersebut, total nilai komoditas yang bisa disimpan mencapai Rp 353 miliar, dengan total pembiayaan yang sudah dikeluarkan sebanyak Rp 218 miliar. “Jadi pembiayaannya maksimal 70 persen dari nilai total barang, ini kan sudah hampir 70 persen," ujar Yuli. "Total komoditanya mencapai 70.225 ton, terdiri atas beras, gabah, jagung, rumput laut, dan kopi."

Menurut Yuli, pada 2014 ada 23 unit gudang yang dibangun oleh Kementerian Perdagangan untuk penerapan sistem ini. "Masih dalam proses pembangunan, dan memang disiapkan untuk gudang SRG,” kata dia.


Salah satu ketua kelompok tani, Edi Suryanto, mengaku bersyukur karena gudang SRG di Jember akhirnya dioperasikan. Dikatakan juga “Kami sudah lama nunggu gudang ini beroperasi, sebab sangat banyak sekali manfaat yang kami dapatkan dari gudang SRG,”

Yuli Edi mengatakan, gudang dengan sistem resi ini akan memberikan kesempatan petani menyimpan komoditas tanpa hilang maupun turun kualitas. “Sudah gitu petani yang tidak mempunyai agunan, barangnya yang di sini bisa digunakan (sekaligus) sebagai agunan. Kan banyak manfaatnya, barangnya tidak hilang, dapat uang dengan bunga yang sangat kecil, pokoknya sangat bermanfaat bagi petani.” 

 

 

Last Updated ( Monday, 03 November 2014 10:09 )
 
BAPPEBTI ' Ketok Pintu ' OJK & BI
Written by yani    Thursday, 30 October 2014 07:00    PDF Print E-mail

Bisnis Indonesia Kamis, 30 Oktober 2014.

JAKARTA : Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi akan melakukan pertemuan dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia untuk merampungkan produk obligasi negara berjangka. Pertemuan itu dilakukan untuk menyamakan persepsi tiga lembaga negara tentang produk tersebut.

Mardjoko, Kepala Biro Analisis Pasar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), mengatakan sambil menunggu pertemuan tiga lembaga negara itu, BAPPEBTI  juga meminta kepada Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan PT Kliring Berjangka Indonesia  (KBI) untuk menyiapkan sistem pengawasannya. “Produk ini kan menjual surat utang negara, berarti membawa nama baik negara sehingga produk ini harus dibentuk sistem yang baik. Jadi bila produknya sudah fix dari otoritas, pihak bursa bisa langsung menjalankan produknya.”

Dalam produk obligasi negara berjangka, yang diperjualbelikan adalah tenor obligasinya. Nanti pihak bursa akan memberikan referensi berbagai macam tenor obligasi yang kredibel dan permintaannya tinggi di pasaran, berdasarkan permintaan sebelumnya dan kondisi pasar saat itu. Lalu obligasi negara berjangka itu akan  diperjualbelikan pada waktu dan harga yang telah ditentukan sebelumnya di bursa. Dikatakannya juga produk obligasi negara berjangka yang akan diperjualbelikan kemungkinan adalah obligasi negara dengan tenor jangka pendek di kisaran satu sampai lima tahun dan dianggap banyak investor yang menginginkan keuntungan dalam waktu cepat.

Untuk mematangkan sistem pengawasan produk obligasi negara berjangka itu, maka BBJ dan KBI telah melakukan studi banding ke Singapura untuk melihat sistem produk-produk keuangan berjangka di sana. “ Sambil menunggu perkembangan keputusan di BAPPEBTI, BBJ juga mengejar penyelesaian sistem pengawasan marginnya langsung dari Lembaga Kliring ke bursa melalui online.”

Saat studi banding ke Singapura, BBJ dan KBI juga mempelajari produk finansial berjangka lainnya seperti suku bunga, indeks saham dan mata uang.

 

 

Last Updated ( Thursday, 30 October 2014 07:08 )
 
BBJ Incar Volume Transaksi 1,2 Ton
Written by yani    Wednesday, 10 September 2014 04:43    PDF Print E-mail

Bisnis Indonesia Rabu, 10 September 2014.

JAKARTA - Bursa Berjangka Jakarta menargetkan volume transaksi kontrak berkala emas yang baru diluncurkan kemarin sebanyak 400 kilogram hingga akhir 2014. Adapun tahun depan diprediksi volume transaksinya mampu mencapai 1,2 ton.

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) Sherman Rana Khrisna mengatakan kontrak berkala emas tersebut merupakan produk yang sesuai dengan permintaan pasar.Menurutnya, masyarakat sekarang ini cenderung membutuhkan produk investasi yang lebih fleksibel. Oleh karenanya, diharapkan dengan adanya kontrak berkala emas ini, yang menyasar nasabah ritel, pasar investasi logam mulia ini akan lebih likuid dan semakin banyak nasabah ritel yang masuk kedalam transaksi perdagangan Berjangka, maka likuiditas akan semakin membaik dan memberikan efek positif pula dalam pertumbuhan ekonomi sektor riil.

BBJ mematok lima satuan kontrak yang berbeda mulai dari 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, dan yang tertinggi 100 gram dengan denominasi rupiah dan panjang kontrak satu bulan. Adapun harga acuannya diambil dari The London Bullion Markete Association (LBMA) karena emas fisik yang menjadi komoditi dalam kontrak ini diambil dari sana.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BBJ M. Bihar Sakti Wibowo mengatakan kontrak berkala emas sedikit berbeda dengan kontrak berjangka lainnya. Dituturkannya, nasabah yang menginvestasikan uangnya untuk kontrak berkala emas memiliki pilihan untuk menerima logam Mulia itu secara fisik di akhir bulan berjalan. “Kalau nasabah membeli pada nilai tertentu dan harga emas naik, mereka bisa menjual lagi kontraknya dan mendapat untung. Tapi jika harga sedang turun mereka bisa mengambil emas secara fisik dan menyimpannya hingga harga kembali naik. Menurutnya, model kontrak seperti ini sangat membantu dalam menyiasati tren harga emas yang terus menerus turun akhir-akhir ini. Adapun pada perdagangan kemarin sore, harga emas di LBMA berada pada level US$1.256 per troy ounce. Harga tersebut sedikit dibawah harga emas untuk kontrak Desember di Commodity Exchange  (Comex) New York, yang sore hari kemarin naik US$3,3 atau  0,26% ke level US$1.257,6  per troy ounce.

Menanggapi harga emas yang terus turun secara global , Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Tris Sudarto mengatakan hal tersebut tidak perlu menjadi kekhawatiran bagi para investor maupun calon investor. Menurutnya rendahnya harga saat ini bisa dimanfaatkan investor untuk membeli dalam jumlah besar.

 

Last Updated ( Wednesday, 10 September 2014 04:45 )
 
BBJ akan buka sejumlah kontrak baru
Written by yani    Friday, 18 October 2013 08:16    PDF Print E-mail

Bisnis Indonesia Jum'at, 18 Oktober 2013.

JAKARTA : PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) akan segera membuka beberapa kontrak baru yang meliputi komoditas agrikultur. 

Menurut Direktur PT BBJ Bihar Sakti Wibowo , kontrak tersebut meliputi komoditas minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO), kedelai, karet, dan kopi. Seluruh kontrak tersebut diperkirakan berjalan mulai tahun depan, pada kuartal pertama, di sela-sela Konferensi Pengembangan Industri Minyak Sawit.

Rincian kontrak tersebut, adalah kontrak fisik CPO dan  kontrak berjangka kedelai sedangkan untuk komoditas kopi dan karet akan ada dua jenis kontrak, baik berjangka maupun fisik. Sebelumnya BBJ sudah memiliki kontrak fisik CPO dengan nilai per lot sebesar 500 ton.

Last Updated ( Friday, 18 October 2013 08:46 )
 


Page 3 of 57

BANK PENYIMPANAN

 





 

LEMBAGA TERKAIT


 
 



 
 


 



         Kementerian Keuangan RI  

            Kementerian BUMN RI    

                   BAPPEBTI  
      PT Jakarta Futures Exchange



Your are currently browsing this site with Internet Explorer 6 (IE6).

Your current web browser must be updated to version 7 of Internet Explorer (IE7) to take advantage of all of template's capabilities.

Why should I upgrade to Internet Explorer 7? Microsoft has redesigned Internet Explorer from the ground up, with better security, new capabilities, and a whole new interface. Many changes resulted from the feedback of millions of users who tested prerelease versions of the new browser. The most compelling reason to upgrade is the improved security. The Internet of today is not the Internet of five years ago. There are dangers that simply didn't exist back in 2001, when Internet Explorer 6 was released to the world. Internet Explorer 7 makes surfing the web fundamentally safer by offering greater protection against viruses, spyware, and other online risks.

Get free downloads for Internet Explorer 7, including recommended updates as they become available. To download Internet Explorer 7 in the language of your choice, please visit the Internet Explorer 7 worldwide page.